Mengingat Allah adalah menentramkan hati, dan membuat kita tidak tersesat dalam putaran jaman


By Dana Anwari. Maukah kita tersesat di jaman ini? Maukah kita menjadi orang yang terjebak dalam putaran waktu? Bisakah kita mengendalikan waktu hidup kita untuk melakukan amal saleh? Mampukah kita mengatur waktu hidup kita yang sedikit ini dengan lebih banyak melakukan perbuatan ahli surga?
Mari kembali kepada Allah swt, karena Dia lah Sang Waktu. Mintalah petunjuk kepada-Nya agar kita bisa mengelola waktu kita dengan lebih banyak melakukan perbuatan ahli surga, dan dihindarkan dari banyak perbuatan ahli neraka?
Mari terus kita murnikan ketaatan kita kepada-Nya sesuai mau-Nya seperti yang tertuang dalam firman-Nya. Amin.

Katakanlah: “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada Nya”, (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.(QS Ar Rad:27-28)

Say: "Verily, Allâh sends astray whom He wills and guides unto Himself those who turn to Him in repentance." Those who believed (in the Oneness of Allâh - Islâmic Monotheism), and whose hearts find rest in the remembrance of Allâh: verily, in the remembrance of Allâh do hearts find rest

Katakanlah: “Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”. (QS Az Zumar:14)
Say: "It is Allah I serve, with my sincere (and exclusive) devotion.
sukseswaktu.blogspot.com
*

No comments:

Islam - Selections from Encyclopaedia Britannica